Resmi, Akan Ada Iklan WhatsApp

Pada Mei 2018 lalu, WhatsApp resmi ditinggal CEO sekaligus pendirinya Jan Koum. Ia menyusul rekannya Brian Acton yang lebih dulu mundur setahun sebelumnya. Dua tokoh pendiri WhatsApp ini meyakini bahwa dengan bersih dari iklan akan membuat para penggunanya merasa nyaman. Namun apa daya, dengan akuisisi lebih dari 200 triliun yang dilakukan Facebook pada 2014 lalu, WhatsApp harus bisa menghasilkan keuntungan, dan salah satunya caranya adalah dengan iklan. Dan Jum’at lalu (2/11), Wakil Presiden WhatsApp, Chris Daniels, mengkonfirmasi bahwa iklan akan muncul di menu Status dan akan menjadi sumber pendapatan utama.

Bagaimana dengan respon pengguna?

Melihat dari dua pendahulunya, Facebook dan Instagram yang sebelumnya juga tanpa iklan, usaha WhatsApp kemungkinan akan berjalan lancar jaya. Sebagian besar pengguna tidak akan terlalu memusingkan ada iklan atau tidak selama layanan WhatsApp tetap sederhana dan nggak lemot. Munculnya iklan di Status juga tidak mengganggu, bahkan cukup bermanfaat bagi kalangan pebisnis mengingat target pasar yang lebih spesifik. Di samping itu, lebih mudah mengucapkan, “WA gua dong ketimbang Telegram gua dong.”